KOREA UTARA KEBANGGAAN BARU ASIA

Wakil langsung dari benua Asia untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel) sudah lengkap. Satu lagi tinggal menunggu peringkat tiga terbaik dari dua grup fase babak empat melawan wakil Oceania, Selandia Baru.
Duta Asia terakhir yang lolos dari kualifikasi babak empat zona Asia adalah DPR Korea a.k.a Korea Utara (Korut). Anak asuh Kim-Jong Hun mampu menahan timnas langganan Piala Dunia, Arab Saudi di markas lawan dini hari tadi tanpa gol. Poin Korut di grup 2 tentu menjadi 12 sama dengan Arab Saudi, namun produktifitas gol dan head to head dimenangkan pasukan berjuluk Chollima.jadi Korut menyusul saudaranya Korea Selatan (Korsel) sebagai runner up.


Arab Saudi pun harus rela kerja di laga memperebutkan satu wakil Asia melawan Selandia Baru. Mereka akan melawan Bahrain, peringkat tiga grup 1. Kegagalan Arab Saudi lolos langsung dan dikandaskan Korut memiliki banyak makna.
Korut bangkit bukan tanpa sebuah pekerjaan yang ringan. Setelah lolos pada Piala Dunia 1966 dan mencapai perempat final, pasukan Chollima naik turun performanya. Kondisi negeri Komunis itu yang selalu digoyang suasana politiknya menjadi salah satu penyebabnya. Namun era milenia tampaknya sepak bola bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan negara itu. Walau sampai sekarang ‘dunia’ masih mengecap Korut bandel, terkait nuklir, diktator hingga alasan lain para kapitalis2 bumi ini.
Ya, era keterbukaan Korut terkait sepak bola mereka mulai terasa akhir 2007. Dan, pada 2008 pada AFC Challengge yang dilaksanakan di India, Korut mampu masuk level tiga besar. Ajang ini memang dianggap nomor dua AFC, tapi ini jadi batu loncatan Korut yang sebelumnya terkena ‘sanksi’ internasional dan menjadi kurang gaul di kancah sepak bola dunia.
Sebenarnya bibit Korut mulai menggeliat lagi era 2000-an pada 2005. Korut lolos kualifikasi Piala Asia Timur. Di putaran final mereka ditunggu Jepang, China, dan Korsel. Pada ajang ini di luar dugaan Korut mampu menjadi pemenang ketiga di atas Korsel. Ketika itu, turnamen diadakan di Korsel, China yang jadi jawara. Namun yang mengejutkan Korut mampu menang atas Jepang dan menahan Korsel.
Semangat anak-anak Korut 2005 luar biasa. Spirit nasionalisme juga kentara terlihat kala itu. Dan, empat tahun kemudian pada 2009 semua terulang saat Jong Tae See dkk lolos ke Afsel. Perpaduan kekuatan skill individu, teknik kerja sama, dan nasionalisme membaur jadi senjata Korut.
Untuk Skill Individu, Korut diisi pemain berbakat yang memiliki kualitas bagus. Sebut saja Ahn Young Hak, Tae See, Hong Yong-Jo, lalu ada Kim Yong Jun. Belum lagi Pak Chol-Ryon, Kim Kuk Jin, Ro Hak Su, Choe Myong Ho, Ryang Yong Gi. Para pemain ini merasakan tempaan di luar negeri seperti Jepang, Rusia, dan Swiss. Tae See adalah bomber andalan Kawasaki Frontale di J-League (Liga Jepang) plus AFC Champions League.
Lalu ada Young-Hak adalah pilar andalan jawara Korsel Suwon Blue Wings. Yong Jo di Rusia bersama FC Rostov menimba ilmu di Liga Primer negara itu. Belum lagi pemain lain yang mengembara dan matang di liga domestik yang mulai kompetitif. Selanjutnya, kekuatan kerja sama pasukan Korut adalah tidak egoisinya para pemain mereka. Di lapangan seolah medan laga tanpa ada perbedaan dan hanya bertujuan satu, menang. Tae See jadi leader yang dewasa. Jong Un sebagai arsitek juga mampu meramu dengan apik potensi anak buahnya.
Sedangkan untuk urusan semangat nasionalisme, ini sangat jelas. Tae See, Young Hak,dan Yong Gi adalah orang Korut yang lahir di Jepang karena ortu mereka bermigrasi. Potensi mereka menembus timnas Jepang besar, tapi mereka memilih pulang kampung saat Korut membutuhkan tenaganya. Padahal Tae See adalah aset dan dibesarkan Frontale bahkan kini disebut ikon klub itu, ternyata rasa Korut di hatinya tetap besar. Begitu pula Young Hak dan Yong Gi (Velgata Sendai).
Sepak bola seperti Korut mendekati sempurna, apalagi mereka tahun depan main di turnamen besar atau pesta olahraga paling akbar di bumi ini. Tak perlu membandingkan Korut dengan negara manapun, tapi lihatlah Korut sebagai sebuah semangat hidup! Viva Chollima! Kutunggu kiprahmu di Afsel.

Iklan
Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Anotherorion's Side Blog

Side Story of Anotherorion

greendaycee

penulis yang hanya ingin "melepaskan" sedikit beban otak

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

%d blogger menyukai ini: