Cantiknya Kota Tua Paman Ho

Perjalanan 4 hari 5 malam di Ho Chi Minh City, tapi saya lebih suka menyebutnya Saigon. Saran saya, keliling kota tidak perlu pakai tour guide sepanjang kawasan tersebut ada di Distrik 1 atau di Distrik3. Berbekal peta kota saja. Naik taksi yang terpercaya yaitu Vinasun atau Mai Linh. Hati2, seperti di Indonesia, ada banyak taksi yang tulisannya mirip dan mematok argo mahal.Yang jelas, pemandangan di Saigon menyegarkan mata saya karena banyak gedung-gedung tua cantik peninggalan Perancis.

Oya, dan hati2 saat menyeberang. sekitar 10juta penduduk di Saigon dan 8 juta memiliki sepeda motor. Mereka tidak mempedulikan pejalan kaki yang menyeberang.

Bagi para muslim, asal kita mau mencari, makanan disana tidak terlalu susah, kok. Ada restoran India atau Malaysia tersebar di Distrik 1. Masjid juga terletak di dekat Hotel Sheraton, Distrik 1. Letaknya sederetan Sheraton Hotel. Bangga deh, ada masjid raya di pusat kota. Saya ketemu dengan istri imam masjid dan beliau sangat ramah. Dengan senang hati ia akan merekomendasikan restoran-restoran halal dan penginapan yang murah.

Orang2nya friendly! Apalagi para mahasiswanya yang suka nongkrong di taman kota dan belajar bahasa Inggris langsung berkenalan dengan para turis asing disana. Fun!

Terima kasih banyak untuk Mba Ita yang sudah merekomendasikan tempat-tempat asyik di Saigon. Saya senang banyak museum dan bangunan tua peninggalan Perancis atau Amerika. Ingin kesana lagi, lanjut menyeberang hingga ke Phnom Penh, Kamboja. Keliling ASEAN, sudah tidak pakai via visa lagi 🙂

Tapi, Indonesia tetap lebih kerrreeeennn!!!

Saigon inside:

1. Air mineral tidak bisa dipatok harganya. Saya beli di dekat pasar Ben Thanh, harganya VND 5rb. Lalu, pernah saya beli di dekat Hotel Sheraton, merek lain harganya pun berubah jadi VND 10rb. Eeehh.. saya beli air minum kemasan 1,5 liter di Jalan Pham Ngu Lao, harganya sangat murah: VND 6rb. Jadi, lebih baik beli yang 1,5 liter. Udaranya agak panas, tapi asyik ditelusuri sambil jalan kaki karena trotoarnya besar2 dan lumayan banyak pohon.

2. Saya tidak berani naik ojek atau sejenis becak. Jadi lebih baik saya naik taxi untuk transportasi umum.

3. Supir taxi disana kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi pakai bahasa tarzan deh.

4. Kita bisa kenalan sama penjual-penjual yang ada di pasar Ben Thanh. Mereka sangat antusias begitu saya bilang saya bukan orang Malaysia, tapi orang Indonesia. Mereka pun akrab dengan kosakata “murah”, “terima kasih”, “kakak”

5. Paling enak makan mie Pho. Saya kenalan dengan seorang mahasiswa di sana dan memberi rekomendasi selain Pho 2000 juga salah satu restoran di dekat KFC taman kota dekat Pham Ngu Lao Street. Depan restorannya warna kuning. Saya tidak sempat makan di kedua resto recommended tersebut. Keasyikan nongkrong di taman sih.

6. Kalau menyeberang di daerah Ben Thanh, masih ada pamong praja yang membantu kita menyeberang. Tapi kalau di jalan lain, jangan harap deh. Kita harus bisa lari sprint dan refleks rem badan diantara lautan sepeda motor.

7. Tiang listriknya mengerikan. Lihat aja!

8.  Yang jelas, perjalanan ke Saigon termasuk low-cost-travelling. Berdua tidak sampai Rp. 5 juta. Apalagi kalau tidak beli oleh-oleh. Murah meriah euy. Senangnyaa… 🙂 Oh iya, mau city tour, pakai jasa dari The SinhTour saja. Recommended, kok.

Setelah ini, saya dan mas @estuernesto nafsu pengen menjelajahi ke negara-negara lain. Bang bing bung, yuk kita menabung!

Iklan
Dengan kaitkata , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Anotherorion's Side Blog

Side Story of Anotherorion

greendaycee

penulis yang hanya ingin "melepaskan" sedikit beban otak

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

%d blogger menyukai ini: