Mengapa Orang Lain Tidak Bisa Menerima kata ‘Belum’?

Hari ini, tepat seminggu setelah kami menjenguk orangtua di kampung halaman. Dalam rangka di bulan Ramadhan, meminta doa restu orangtua untuk segala cita-cita yang terus berubah dan melepas rindu dengan keponakan-keponakan yang makin beranjak besar. Semua tak sama. Tapi…

Ada satu yang tetap sama, pertanyaan kapan Adel hamil. Hahahaha. Manusiawi. Jawabannya, tentu saja sama dari tahun-tahun lalu: Belum. Tentu masih ada orang yang ‘paham’ akan jawaban kami. Arti dari kata ‘belum’. Tapi, banyak juga orang yang tidak paham atau selalu saja ‘kepo’ kapan kata ‘belum’ itu akan menjadi kata ‘sudah’.
Anyway, prioritas itu akan selalu ada, keinginan untuk memiliki momongan. Usaha pun ada, walau ‘belum’ intens. Masih menikmati hidup berdua yang santai, menabung untuk membeli sesuatu yang menyenangkan diri sendiri dan pasangan, merasakan kesibukan kerja setiap harinya. Sambil diantara sederet prioritas kami berdua, kami menyimpan semua doa tulus dan pengertian dari orang-orang sekitar yang ‘paham’ akan kata ‘belum’. Kami pun sering bergurau berdua, mungkin kami bisa membuat semacam buku berisi tips alternatif bagaimana segera hamil yang penyusunnya sebagian besar ‘belum’ mencoba tips-tips yang kami kumpulkan tersebut, seperti contohnya….

1. Berobat ke dr. Nadir Chan di RSIA YPK hasil rekomendasi rekan.

2. Banyak makan toge kapan pun di mana pun.

3. Pijat ke dukun bayi di daerah Halim, Jakarta Timur.

4. Mengunjungi ‘orang pintar’ di daerah Rawamangun, Jakarta Timur dan di Jelambar, Jakarta Barat.

5. Off bekerja.

6. Panjat sendiri pohon kelapa dan petik kelapanya sampai membawa turun kembali dari pohon.

7. Makan kurma hijau

8. Meminum air seduhan rebusan daun sirsak

9. Makan otak goreng kelinci.

10. Senam aerobik

11. <……………. Anda juga dapat memberikan sumbang saran yang dapat kami masukkan ke dalam list>

Setiap saran yang kami terima, kami sangat berterima kasih dengan segala kerendahan hati kami karena itu merupakan ‘doa’ dari orang-orang sekitar. Tapi, sungguh, keadaan kami sekarang ini sangat kami syukuri karena Alloh SWT pasti ‘paham’ mana yang terbaik untuk kami. Kami masih diberi kesempatan untuk mempersiapkan semuanya berdua, untuk satu waktu ketika kami sangat siap menerima anugerah. Apapun itu. Termasuk ketika harus dititipkan momongan. Jadi, apa adanya saja. Kata ‘belum’ itu seperti rentang waktu ketika alam semesta tetap bergerak maju dan kita ‘disiapkan’ menerima momen tersebut.

Tapi, please… ketika suatu saat teman-teman melihat Mas Estu sedang berusaha keras memanjat pohon kelapa, maaf kami tidak menerima pertanyaan. Karena kami bingung, kudu menjawab bagaimana šŸ˜€

19 Ramadhan 1434 H

Iklan

6 thoughts on “Mengapa Orang Lain Tidak Bisa Menerima kata ‘Belum’?

  1. Salam kenal. saran saya hindari yg mistis-mistis, keep romantis aja. Semoga langgeng dan dapat momongan segera.

    [Ismail Hidayat]
    visit back: ismailhidayat.com

  2. mawi wijna berkata:

    Karena sebagian besar orang tak kreatif dengan pertanyaan dan lebih suka berbasa-basi mbak. Andaikan mereka bertanya, “Apa kabarmu? Apa kegiatan yang sedang kamu lakukan belakangan ini? Seberapa menarikkah kegiatanmu itu untuk orang awam macam kami?” mungkin alur ceritanya bakal beda mbak…

    • semarsmiles berkata:

      mungkin karena tidak ada stok pertanyaan lain. tapi saya sudah lebih santai dibanding tahun2 pertama pernikahan kami šŸ™‚ terima kasih atas perhatiannya

  3. anotherorion berkata:

    iya itu pertanyaan yang menohok klo harus dijawab belum, sama seperti klo belum nikah ditanyain mulu. Mendekatkan diri kepada Tuhan saja mbak, insyaallah nanti diberi kemudahan. Mungkin saran saya terkesan jauh dari pendapat akademis, tapi percayalah Tuhan bekerja dengan cara yang berada diluar logika

    • semarsmiles berkata:

      ya, benar, mas. manusia itu hanya kepingin saja, padahal Tuhan yang tahu pasti kita butuhnya apa šŸ™‚ terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Anotherorion's Side Blog

Side Story of Anotherorion

greendaycee

penulis yang hanya ingin "melepaskan" sedikit beban otak

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

%d blogger menyukai ini: