“Lovember” di Penang dan Singapur

Novembeeerrrr!!!!

Apa yang identik dengan November? November Rain-nya Guns ‘N Roses? Tahun ini, boleh, ya, sedikit norak karena buat kami November is Lovember. Dalam pernikahan kami yang memasuki tahun ke-4, hampir setiap tahun kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke luar Jakarta (yang amat, sangat, penat! Serius!). Selain pulang kampung ke Purwantoro, Wonogiri, yang pasti setiap tahunnya, kami juga selalu menyempatkan diri menabung supaya bisa jalan-jalan berdua. Katakanlah bulan madu, karena untuk saat ini, travelling-lah yang menjadi hiburan utama.

Tujuan kali ini adalah Singapura dan Penang. Sudah kepingin bangeeetttt kami berdua pergi ke luar Pulau Jawa. Demi 14 November sampai 18 November, kami sabar-sabar menjalani hari. Bahkan, seminggu sebelum keberangkatan, kami berdua sudah gak konsen lagi di kantor karena ingin buru-buru cabut dari rutinitas bekerja :-p

Kami pergi menggunakan jasa maskapai Tiger Airways (CGK-SIN-PEN) with no baggage. Low cost airline adalah yang paling cocok dengan kami yang merupakan pelancong berkategori “banci”, koper bukan, ransel juga bukan. Transit 19 jam di Singapur, kami memanfaatkan satu malam dengan menonton pertandingan Liverpool vs ManU Masters Match di Singapore Sports Hub, National Stadium, dan tentu saja bertemu dengan Ibu Zalia, ibu kami di Singapur.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Liverpool. Buat MasE, event sepak bola kali ini benar-benar sebuah rekreasi yang bahkan hampir membuat dia mengantuk! Kebiasaan nonton sepak bola Indonesia yang hardcore, siiihhhh (-_-‘). Tapi, kami sangat menikmati kenyamanan stadionnya, sambil makan potato chips dan melihat pengunjung lain yang dengan nyaman membawa serta keluarga, teman, pacar. Ke stadion seperti ke taman bermain. Aahhh!!

12246746_10206945148661259_3437343766148449368_n

Pamer koleksi :-p

12274476_10206968666449189_4378872302090459098_n

Jogging tanpa kepanasan dan kehujanan

20151114_165113

Akses mudah ke stadion

 

12235098_10206947809807786_7987666041636883831_n

Kali kedua MasE ke stadion nasional ini

Kami menginap di 101 Hotel Geylang Lor 12 yang dekat dengan stadion. Hanya berjarak 15 menit berjalan kaki. Lalu, kami makan di kedai nasi briyani, Indian Food, rekomendasi Ibu Zalia, di dekat stasiun Kallang, daerah Geylang juga. Nasi goreng putih ikan bilisnya enyyaaakkk! Saking enak makan dan ngobrol, sampai kami lupa foto-foto.

Lanjut penerbangan ke Penang, kami check-in jam 14.00 waktu Penang (sekitar 1 jam lebih cepat dari Jakarta) di Tune Hotel. Kamar yang kami dapat nyaman banget! Jendela menghadap ke jalan raya depan gedung, kamarnya bersih semua, dekat Komtar (seperti Terminal Blok M di Jakarta, tapi lebih bersih dan teratur), dekat Bus Stop Free Bus (ya, gratis untuk beberapa rute), dan kami mendapat toiletries dan fasilitas AC. Padahal, seingat Adel, dia booking kamar yang paling murah, cuma dimodalkan kasur dan kamar mandi tanpa breakfast, AC, wifi, dan toiletries. But, anyway, we rated 5 stars for Tune Hotel, Penang 🙂 Gak lebay, kok, karena kami dikasih percuma fasilitas wifi 24 jam, yang seharusnya dikenakan charge RM 12/device. Ha-ha-ha, senang, riang!

20151116_121354

Jalan Burmah, dekat Komtar

 

20151117_082040

Salah satu kamar di lantai 7

20151116_120316

Pasar Chowrasta dan counter tiket HOHO

20151115_173316

Tegel (dan modelnya, mungkin) cantik

Kami naik “Hop On Hop Off (HOHO)”, bis tingkat seharga RM 45 per orang yang mengajak kami keliling kota Penang, dari Georgetown sampai Batu Ferringhi selama kurun waktu 24 jam. Jadi, jam 12 kami tunggu bisnya di Bus Stop Pasar Chowrasta kemudian jam 17 bis last pick-up mengantar kami sampai Georgetown. Keesokannya, jam 9 kami tunggu bis lagi di Chowrasta dengan rute Beach Route. Berhenti di Gurney Plaza Bus Stop, lalu tukar bis menuju City Route. Batas waktu sampai jam 12 siang. Jadi, HOHO terbagi dua rute. Kami juga ke Penang Hill. Seru buat foto-foto dan pengalaman naik kereta dengan kemiringan 45 derajat.

20151117_112202

Diatas 700 meter dpl

20151117_100328

Depan Gurney Plaza, bus stop untuk melanjuti perjalanan HOHO mengitari Georgetown Heritage Site

20151117_123248

Atap semua bangsa, Penang Hill

20151117_100505

Tak jauh dari minyak-minyakan

20151117_101310

Area depan Gurney Plaza, menuju area elit dekat Batu Ferringhi

 

Karena Penang juga sebuah kota yang kecil, jadi tidak banyak area yang bisa dieksplor sebenarnya. Hari Minggu jam19 saja jalan raya sudah banyak yang sepi, banyak museum dan toko sudah tutup. Kalau cari tempat yang tenang, teratur, santai, bahasanya masih nyambung, orang-orangnya ramah, Penang destinasi yang cocok. Kami bahkan mau kesana lagi.

20151117_114853

Hogwarts ternyata di Penang (?)

20151116_215538

Makan malam favorit di Restoran Pelita, roti canai hanya RM 2

Soal makanan, kami juga termasuk orang yang pilih-pilih, terutama kebersihan dan kehalalannya. Jadi, tiga hari berturut-turut kami sarapan dan makan malam di tempat yang sama, Restoran Jaya di Jalan Penang (recommended! veggie food dan menu umumnya beragam. 24 jam pula!) dan Restoran Pelita di Jalan Macallister (dekat Tune Hotel, jalan kaki lewat Lorong Selamat atau Lorong Zainal Abidin sekitar 10 menit). Harga air mineral rata-rata RM1.20, makanan rata-rata RM 2 – 5 per porsi (porsinya besar-besar, lho!)

20151117_155939

Mee Rebus, penampilannya saja yang heboh, padahal rasanya tidak semenor itu 🙂

20151117_084458

Falling in love with this old city

20151116_173005

Masjid Kapitan Keling, masjid pertama di Pulau Pinang

Kalau mau jalan-jalan, lebih baik naik bis atau jalan kaki saja. Murah dan tata kotanya sudah teratur, jadi tidak sulit untuk bertanya ke orang lokal atau supir bis. Rata-rata ongkosnya RM 2 per orang untuk waktu tempuh maksimal 30 – 45 menit. Ke Bandara pun naik saja bis dari Komtar.

20151118_172457

Bersama Bapak Abdul Kadir, legenda tinju Singapura, di rumahnya, kawasan Bedok Reservoir. Bapak Kadir dan Ibu Zalia menjadi tujuan kami setiap ke Singapura. Mereka baiknya luar biasa. Semoga AllahSWT selalu menganugerahi mereka kesehatan dan rizki yang berkah.

Kembali ke Jakarta (gak mau pulaaaanng!), kami terbang bersama Jetstar. Kursinya lebih spacious dan nyaman sandaran punggungnya. Alhamdulillah, selama penerbangan pulang dan pergi lancar, pendaratan mulus, gak delay, kecuali penumpang dua perempuan ala ala Korean girls di belakang kami penerbangan SIN-CGK yang gak kooperatif, gak mau switch off ponselnya (ya, tahu, airplane mode, sih) dan ngerumpiiiii berisik selama lebih dari 1 jam di udara. Esmosi!

Overall, seperti Saigon, Penang menjadi destinasi wisata yang kami sukai. Kalau tipikal kota-kota tua macam di Eropa sih, tak usah dibilang lagi, yaa, pastinya pengen juga kesana jika ada rejeki 🙂 (amiiinnn!). Oh ya, setelah settlement keuangan rumah tangga, hitung-hitung kami menghabiskan sekitar Rp. 4 juta per orang total lima hari all-in dari mulai tiket pesawat, hotel, makan, biaya transport, wisata, dan belanja. Jumlah tersebut masih dalam kisaran bujet yang kami sediakan sejak lama, dari hasil menabung untuk tujuan liburan ini. Yuk, nabung lagi!

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Anotherorion's Side Blog

Side Story of Anotherorion

greendaycee

penulis yang hanya ingin "melepaskan" sedikit beban otak

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

%d blogger menyukai ini: